Analisis Aliran Energi & Jejak Karbon
A. Profil Unit Usaha & Diagram Alir Proses
- Nama Unit Usaha (simulasi) : Industri Tahu Tamiang Sari
- Jenis Produk : Tahu
- Skala Usaha : Usaha kecil
- Tenaga Kerja : ±10 orang
- Kapasitas Produksi : ±15.000 potong tahu per bulan
Metode Observasi
Pengamatan dilakukan secara langsung menggunakan metode walk-through observation, yaitu dengan melihat aktivitas produksi di lapangan dan melakukan wawancara singkat dengan pemilik. Data energi diperoleh melalui estimasi penggunaan listrik dan jumlah kayu bakar tanpa alat ukur khusus.
Pengamatan dilakukan secara langsung menggunakan metode walk-through observation, yaitu dengan melihat aktivitas produksi di lapangan dan melakukan wawancara singkat dengan pemilik. Data energi diperoleh melalui estimasi penggunaan listrik dan jumlah kayu bakar tanpa alat ukur khusus.
B. Identifikasi Sumber & Intensitas Energi
C. Perhitungan Dasar
- Listrik PLN
- Mesin penggiling
- Pompa/lampu produksi
- Kayu Bakar
- Proses perebusan bubur kedelai di tungku besar
- Klasifikasi Energi
- Direct Energy: Kayu bakar untuk perebusan, listrik untuk penggiling
- Indirect Energy: Listrik penerangan
- Listrik : tetap ± 400 kWh/bulan
- Kayu bakar : ±6.000 kg/bulan (perkiraan ±200 kg/hari × 30 hari)
- Konversi Energi ke MJ
- Listrik
400 kWh × 3,6 MJ/kWh = 1.440 MJ - Kayu bakar
6.000 kg × 15 MJ/kg = 90.000 MJ
2. Intensitas Energi per Produk
Produksi = 15.000 potong/bulan
91.440 MJ / 15.000 = 6,10 MJ/potong tahu
3. Estimasi Jejak Karbon (Emisi CO₂)
- Listrik PLN
400 kWh × 0,85 kg CO₂ = 340 kg CO₂/bulan - Kayu bakar
6.000 kg × 1,8 kg CO₂ = 10.800 kg CO₂/bulan
Emisi per potong tahu = 11.140 /15.000 = 0,74 kg CO₂/potong
D. Analisis Efisiensi dan Rekomendasi
Potensi Kehilangan Energi
Potensi Kehilangan Energi
- Tungku tradisional membuang panas ke udara
- Kayu tidak habis terbakar sempurna → efisiensi rendah
- Mesin dan penerangan sering idle
- Asap pembakaran menunjukkan pembakaran belum optimal
- Modifikasi tungku ke tipe “rocket stove/hemi”
Mengarahkan panas langsung ke panci → hemat kayu sampai 40%. - Isolasi termal di sekitar tungku
Mempertahankan panas lebih lama, mengurangi kebutuhan kayu. - Manajemen listrik
Matikan mesin/penerangan ketika tidak digunakan. - Lampu LED
Hemat listrik 70% dibanding lampu pijar/tabung konvensional. - Gunakan campuran biomassa
Sekam padi/serbuk gergaji briket untuk mengurangi kayu baku.
Kesimpulan
Dengan kapasitas produksi 15.000 potong/bulan, industri tahu skala kecil ini menggunakan energi yang sangat dominan dari tungku kayu bakar. Konsumsi energi bulanan mencapai ±91.440 MJ, dengan intensitas 6,10 MJ/potong tahu dan jejak karbon ±11,14 ton CO₂/bulan.
Penerapan teknologi tungku efisien dan pengelolaan listrik berpotensi menurunkan konsumsi energi, biaya produksi, dan emisi karbon secara signifikan.
Dengan kapasitas produksi 15.000 potong/bulan, industri tahu skala kecil ini menggunakan energi yang sangat dominan dari tungku kayu bakar. Konsumsi energi bulanan mencapai ±91.440 MJ, dengan intensitas 6,10 MJ/potong tahu dan jejak karbon ±11,14 ton CO₂/bulan.
Penerapan teknologi tungku efisien dan pengelolaan listrik berpotensi menurunkan konsumsi energi, biaya produksi, dan emisi karbon secara signifikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar