Minggu, 04 Januari 2026

Tugas Mandiri 13

Audit Energi Mandiri pada Fasilitas Produksi Sederhana: Bengkel Motor

1. Deskripsi Fasilitas

Objek observasi adalah bengkel motor skala kecil yang melayani servis rutin seperti ganti oli, perbaikan rem, pengelasan ringan, dan perawatan mesin. Bengkel beroperasi enam hari dalam seminggu dengan durasi kerja sekitar delapan jam per hari. Aktivitas produksi dilakukan menggunakan peralatan listrik dan beberapa peralatan berbasis bahan bakar, sehingga konsumsi energi cukup beragam.

2. Inventarisasi Peralatan Pengguna Energi

Berdasarkan observasi langsung, seluruh peralatan yang menggunakan energi dicatat beserta spesifikasi daya, durasi penggunaan, dan frekuensi pemakaian. Data ini menjadi dasar perhitungan konsumsi energi.

Tabel Inventarisasi Peralatan Bengkel

Nama Alat

Spesifikasi Daya

Durasi Penggunaan (jam/hari)

Frekuensi (hari/minggu)

Mesin Las

900 Watt

3 jam

5 hari

Kompresor Udara

750 Watt (1 HP)

2 jam

6 hari

Gerinda Tangan

600 Watt

1 jam

6 hari

Lampu Bengkel

120 Watt

8 jam

6 hari

Tabel ini menunjukkan bahwa mesin las dan kompresor udara merupakan peralatan dengan daya paling besar dibandingkan peralatan lainnya.

3. Penghitungan Konsumsi Energi

Rumus Konsumsi Energi Listrik:
Konsumsi energi (kWh) = (Daya (Watt) × Waktu penggunaan (jam)) / 1000

Perhitungan dilakukan untuk konsumsi energi mingguan agar dapat dibandingkan antar peralatan.

Tabel Perhitungan Konsumsi Energi Mingguan

Nama Alat

Perhitungan Energi

Konsumsi Energi (kWh/minggu)

Mesin Las

(900 × 3 × 5) / 1000

13,5 kWh

Kompresor Udara

(750 × 2 × 6) / 1000

9,0 kWh

Gerinda Tangan

(600 × 1 × 6) / 1000

3,6 kWh

Lampu Bengkel

(120 × 8 × 6) / 1000

5,76 kWh


Dari hasil perhitungan terlihat bahwa konsumsi energi terbesar berasal dari mesin las, disusul oleh kompresor udara.

4. Identifikasi Konsumsi Energi Tertinggi

Mesin las merupakan peralatan dengan konsumsi energi tertinggi di bengkel ini. Hal tersebut disebabkan oleh daya listrik yang besar serta durasi penggunaan yang cukup lama dalam aktivitas pengelasan rangka dan komponen logam. Selain mengonsumsi energi listrik tinggi, mesin las juga menghasilkan panas dan percikan api, yang menunjukkan adanya konversi energi listrik menjadi energi panas secara signifikan.

Kompresor udara berada pada posisi kedua karena digunakan hampir setiap hari untuk mendukung berbagai pekerjaan bengkel, dan sering kali tetap menyala meskipun tidak digunakan secara terus-menerus.

5. Usulan Perbaikan Efisiensi Energi

Usulan perbaikan difokuskan pada mesin las sebagai pengonsumsi energi tertinggi. Bengkel disarankan untuk mengelompokkan pekerjaan pengelasan dalam waktu tertentu sehingga mesin tidak sering dinyalakan dan dimatikan. Selain itu, penggunaan mesin las tipe inverter dapat dipertimbangkan karena lebih efisien dibandingkan mesin las konvensional.

Untuk kompresor udara, perbaikan dapat dilakukan dengan mematikan mesin saat tidak digunakan dan melakukan perawatan rutin untuk mencegah kebocoran udara. Upaya ini dapat mengurangi waktu kerja kompresor dan menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas layanan bengkel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Terstruktur 15

  Link: https://youtu.be/9VecdbBqTOQ