Audit Energi Mandiri pada Fasilitas Produksi Sederhana: Bengkel Motor
1. Deskripsi Fasilitas
Objek observasi adalah bengkel motor skala kecil yang melayani servis rutin seperti ganti oli, perbaikan rem, pengelasan ringan, dan perawatan mesin. Bengkel beroperasi enam hari dalam seminggu dengan durasi kerja sekitar delapan jam per hari. Aktivitas produksi dilakukan menggunakan peralatan listrik dan beberapa peralatan berbasis bahan bakar, sehingga konsumsi energi cukup beragam.
2. Inventarisasi Peralatan Pengguna Energi
Berdasarkan observasi langsung, seluruh peralatan yang menggunakan energi dicatat beserta spesifikasi daya, durasi penggunaan, dan frekuensi pemakaian. Data ini menjadi dasar perhitungan konsumsi energi.
Tabel Inventarisasi Peralatan Bengkel
|
Nama Alat |
Spesifikasi Daya |
Durasi Penggunaan (jam/hari) |
Frekuensi (hari/minggu) |
|
Mesin
Las |
900
Watt |
3
jam |
5
hari |
|
Kompresor
Udara |
750 Watt (1 HP) |
2 jam |
6 hari |
|
Gerinda
Tangan |
600
Watt |
1
jam |
6
hari |
|
Lampu
Bengkel |
120 Watt |
8 jam |
6 hari |
Tabel ini menunjukkan bahwa mesin las dan kompresor udara merupakan peralatan dengan daya paling besar dibandingkan peralatan lainnya.
3. Penghitungan Konsumsi Energi
Rumus Konsumsi Energi Listrik:
Konsumsi energi (kWh) = (Daya (Watt) × Waktu penggunaan (jam)) / 1000
Perhitungan dilakukan untuk konsumsi energi mingguan agar dapat dibandingkan antar peralatan.
Tabel Perhitungan Konsumsi Energi Mingguan
|
Nama Alat |
Perhitungan Energi |
Konsumsi Energi (kWh/minggu) |
|
Mesin
Las |
(900
× 3 × 5) / 1000 |
13,5
kWh |
|
Kompresor
Udara |
(750 × 2 × 6) /
1000 |
9,0 kWh |
|
Gerinda
Tangan |
(600
× 1 × 6) / 1000 |
3,6
kWh |
|
Lampu
Bengkel |
(120 × 8 × 6) /
1000 |
5,76 kWh |
4. Identifikasi Konsumsi Energi Tertinggi
Mesin las merupakan peralatan dengan konsumsi energi tertinggi di bengkel ini. Hal tersebut disebabkan oleh daya listrik yang besar serta durasi penggunaan yang cukup lama dalam aktivitas pengelasan rangka dan komponen logam. Selain mengonsumsi energi listrik tinggi, mesin las juga menghasilkan panas dan percikan api, yang menunjukkan adanya konversi energi listrik menjadi energi panas secara signifikan.
Kompresor udara berada pada posisi kedua karena digunakan hampir setiap hari untuk mendukung berbagai pekerjaan bengkel, dan sering kali tetap menyala meskipun tidak digunakan secara terus-menerus.
5. Usulan Perbaikan Efisiensi Energi
Usulan perbaikan difokuskan pada mesin las sebagai pengonsumsi energi tertinggi. Bengkel disarankan untuk mengelompokkan pekerjaan pengelasan dalam waktu tertentu sehingga mesin tidak sering dinyalakan dan dimatikan. Selain itu, penggunaan mesin las tipe inverter dapat dipertimbangkan karena lebih efisien dibandingkan mesin las konvensional.
Untuk kompresor udara, perbaikan dapat dilakukan dengan mematikan mesin saat tidak digunakan dan melakukan perawatan rutin untuk mencegah kebocoran udara. Upaya ini dapat mengurangi waktu kerja kompresor dan menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas layanan bengkel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar